π•Šπ•–π•¦π•π•’π•€ π••π• π•Ÿπ•˜π•–π•Ÿπ•˜ π••π•’π•£π•š π•Ÿπ•–π•˜π•–π•£π•š 𝕔𝕒π•₯ 𝕝𝕠𝕧𝕖𝕣𝕀

Short story 

Langkahku menapaki jejak singgah sang raja yang dulu membangun pelabuhan megah ini. Ku telusuri hingga menemukan sebuah ruangan besar yang terbalut dalam silauan emas. Mataku menyipit saat sebuah benda kecil mendekat ke arahku hingga menjatuhkan beberapa barang kecil yang berada disekitarnya. 

"Ahh getaran apa itu?" Tanyaku dalam hati

Sebuah cahaya perlahan mendekati ku hingga berubah menjadi jelmaan kucing. Ia menggesek kan kepalanya ke arah gaun, seraya menatap lembut ke arahku. Matanya perlahan berkedip manja, hingga tak tahan membuatku ikut menyentuh kepalanya. "Hem menggemaskan" batinku.

"Terimakasih tuan putri cantik kerajaan cinta" sebuah suara menggema diruangan. Spontan aku berdiri menjauhi seekor kucing yang perlahan ikut memberi jarak diantara kami dan berputar mencari sumber suara.

"Aku berada didekatmu tuan putri". Perlahan mataku menyipit ke arah kucing itu. 

"Apakah itu kau?" Tanyaku ragu

"Benar, wahai tuan putri cantik kerajaan cinta" jawabnya menganggukkan kepalanya. 

"Ah salam kenal, kucing yang manis" kembali ku usap manja kepalanya.


DraftπŸͺ·

Naskah lain yang masih draft : 

Dongeng Putri Sulita

Cabut !


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celoteh Asa 57