Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

Celoteh Asa 13 (Denting Waktu)

Detak waktu mengikuti irama nadi Seolah padu dengan kesejajaran Dingin yang menyeruak kembali hadir menghembus kudukku Genggaman tangan itu kini masuk pada bayangku  Seolah enggan pergi menjauhkan diri layaknya bayangan Hingga menit berselang, pelupuk mata tak sengaja membasahi pipi  Sempat linglung tak tau arah Kini fokusnya terekat kembali Cek judul lainnya :  Disini @qiyamu_laila #30Juni2022

Celoteh Asa 12 (Hening)

Secercah cahaya menghampiri Menembus tirai putihku Sinarnya mengalihkan arah pandang Hingga tergerak mencari celah redupan Sepasang mata terekam indera penglihatanku Berpacu mendebarkan jiwa yang awalnya tenang  Terpaku dan membisu tanpa sapaan Lengkung senyum itu Bak kecupan setiap mentari hadir  Kini seolah mati diujung waktu  Perlahan langkahnya menghilang dari arah pandangku  Meninggalkan jejak yang sempat pudar  Cek judul lainnya :  Disini @qiyamu_laila #30Juni2022

Celoteh Asa 11 (Quotes-Sejajar)

Mungkin kamu berpikir ketidaksempurnaan kamu Menjadi lengkap karena adanya mereka Dan tanpa kamu sadari mereka pun juga berpikir demikian terhadapmu Jika ini tugas kelompok, hancurlah makalahmu Tapi karena ini hidup Kamu dan mereka bisa saling menggenggam erat menjadi sebuah kesempurnaan  Cek judul lainnya :  Disini @qiyamu_laila #20Juni2022

Celoteh Asa 10 (Tegakkan kepalamu)

Kamu boleh berdiam diri bahkan sembunyi dibelahan bumi manapun yang tak ada sosok apapun disana Tapi kamu harus bangkit setelah nya Buka mata hatimu Mulailah berjalan perlahan Kamu cukup abaikan luka yang kamu rasa untuk mendapatkan apa yang kamu mau Jika tidak, mungkin kamu akan terfokus pada luka itu entah sampai kapan lamanya  Kamu hanya perlu yakin bahwa kamu mampu mencapai apa yang ingin kamu gapai tanpa ada paksaan dari siapapun Kamu harus menemui tujuan hidupmu entah itu untukmu, orang yang kamu sayangi atau demi orang lain _____ Dengan detik yang kamu lalui dulu, kamu berhasil masuk ke masa sekarang~ kata masa depan Cek judul lainnya :  Disini @qiyamu_laila #Kamu bisa jika kamu mengatakan kamu bisa #September2021

Celoteh Asa 9 (Kau pasti bisa)

Atas sebuah permata yang tampak didermaga sana Jangan terbuai Jangan sampai membuatmu berhenti melangkah Berdirilah Kejarlah Sekalipun ribuan tawa menggelar hingga penghujung hayatmu Atau bahkan semesta seakan berkata mustahil untuk kau bisa kejar itu Tetaplah berjalan ketika dirimu di peluk lelah Tetaplah merangkak saat langkah kakimu bernaung lemah Kelak kau akan tau, dengan proses itu akan melabuhkanmu ke salah satu dermaga terindah menurut-Nya  Cek judul lainnya :  Disini @qiyamu_laila #Januari2021

Celoteh Asa 8 (Sebuah Luka)

Bertahan itu sulit kawan Tertatih untuk terus berdiri Namun bumi seakan menarik kakiku untuk terjatuh Aku berada digelapnya temaram malam bersama ribuan bintang menemani Menahan duka nestapa perenggut ketahanan kekuatanku  Ragaku dipeluk hawanya malam  Hatiku telah kering bersama hujan yang telah reda  Tapi masih meninggalkan bekas yang akan lama hilang lagi ... Telah beribu cara aku kerahkan agar tetap tegar kembali Sungguh ini berat sekali Tapi hanya ada satu yang benar-benar bisa mengendalikanku Yaitu Sebuah Luka yang ingin dibiasakan  Cek judul lainnya :  Disini @qiyamu_laila #April2021

Celoteh Asa 7 (mencoba maju)

Beratus kilometer ku lajukan langkahku Tanpa henti oleh hujan yang mengguyur Badai yang bergemuruh Atau pijakan jalan layaknya tertusuk panah Semuanya seakan memaksa untuk terus bergerak kedepan Perlahan tapi pasti  Dengan segenap cinta aku torehkan  Meyakini ekspetasi yang akan terjadi Jikalau perjuanganku tak sia2 Cek judul lainnya :  Disini @qiyamu_laila #April2021

Celoteh Asa 6 (seakan semu)

 Aku lelah, menceritakan keluh kesahku pada sosok siapapun itu Entahlah... Aku hanya merasa semuanya tidak akan berubah bahkan jika aku mengatakannya Aku juga tidak menginginkan siapapun mengharapkan aku sebagai manusia yang harus ada sebagai tokoh utama atau tokoh pendamping hidup siapapun Entah dengan keterus terangan apapun itu Atau hanya sekedar kilasan balik dari titik terkecil harapan mereka Bagiku, itu semua hanyalah figur belaka yang bersifat semu Bagiku itu bukan lagi angan, tapi hanya torehan hiburan semata Aku ada namun akan selalu tiada Dan aku tidak mengharapkan hal-hal yang ujungnya akan selalu berbuah kecewa Biarpun aku lemah akan adanya sesuatu yang seakan janggal mengharapkan adanya aku Aku pasrah jika aku hanya selalu ada dalam bayang-bayang ada, yang ada namun tiada Karena semuanya bagiku, hanya gurauan bagi mereka  Yang seolah menarik paksa aku untuk bermain dengan semakin pudarnya warnaku Cek judul lainnya :  Disini @qiyamu_laila #24Februari2022

Celoteh Asa 5 (Sebuah kesadaran)

Entah dimanapun berada, akan selalu begini Perubahan tentang suatu hal malah menjadi lebih buruk Tidak berharap akan apa, apapun dan siapapun itu Sungguh tidak Sebab, banyak kecewa telah teredam oleh lelah Namun ingin, berubah menjadi lebih baik dengan suatu tindakan, membodo amatkan hal apapun itu demi kemerdekaan diri  Kesadaran, niat, dan minat itu ada Namun nyatanya itu semua hanyalah omong kosong belaka tanpa adanya suatu penggerak dari tindakan tersebut Cek judul lainnya :  Disini @qiyamu_laila #07Februari2022

Celoteh Asa 4 (Kehilangan impian)

Waktu memang ga salah nunjukin jati dirinya Bahkan saat kita belum siap menghadirinya Terlepas dari hal itu, apa kabar kehidupan? Ah sudahlah Rasa khas yang masih bersemayam dalam diri itu belum tuntas dan masih belum dapat diputar 360° Beresiko besar menjadi boomerang kedepannya Terutama hal yang dirugikan dalam hidup, entah itu kesempatan ataupun waktu Mau berdoa dan berharap apa ? Sanggup melakukan hal yang sudah kamu minta dan doakan? Ah harusnya cukup berdoa kuatkan dirimu agar tetap sanggup melakukannya  ... Aku ingin mencari celah dan sebuah tempat menepi Tentang aku yang takut apa-apa, overthinking, menduga aku tidak akan bisa melakukannya dengan baik dan hal lainnya Bayangan terus berdiam diri ditempat serta penyesalan nantinya membuat pikiranku berkecamuk dan ragaku mematung Aku gagal karena belum menghasilkan hal maju apa-apa.  Tertunduk, terdiam bisu, begitu terus layaknya bianglala Akankah aku bisa maju dan meraih impianku kembali ? ... Hati kecilku mengatakan aku...

Celoteh Asa 3 (Bagaimana cara memulai itu?)

Dear Raga... Maaf tlah membebanimu demi kelancaran proses memikirkan mereka Kamu sudah cukup tau, bagaimana aku bersikap seakan tak acuh terhadap orang yang aku sayangi Berjam, berhari, berminggu, berbulan atau bahkan bertahun Ah entahlah, di suatu titik aku tidak tau bagaimana untuk memulai padahal aku tau bagaimana cara keluar dari posisiku saat ini Namun tetap rasa takut dan seakan trauma selalu terlintas dalam benakku Aku ingin menguatkan mentalku namun berapa kalipun aku mencari tau caranya... Percuma, karena itu sama saja membunuh mental perlahan Bukannya aku tak ingin bermental kuat Bukannya aku tak ingin menjadi seorang yang tahan banting Namun untuk saat ini, aku butuh suatu hal untuk menenangkan jasmani dan rohani ku Setelah itu, aku akan mencoba melangkah kembali terhadap apapun resikonya Aku hampir tumbang Aku lelah Berkali-kali aku mengeluh meluapkan apa yang ku rasa Seakan enggan diterima kepada siapapun yang aku izinkan untuk tau "aku kenapa" Aku perlahan terbi...

Celoteh Asa 2 (Ketakutan yang tersembunyi)

Ketakutan yang tersembunyi   Ketakutan dan kekhawatiran itu selalu ada. Bahkan, juga b erkali-kali tersembunyikan dengan canda tawa Tetap saja, bagaimana pun ia selalu melekat dan seakan enggan untuk pergi Bukan aku tidak menduga atas beberapa tantangan yang akan terjadi Namun sedetail apapun langkah yang diduga akan terlewati, tetap saja rasa takut itu masih terus bersemayam Memang, semua yang terjadi akan berlalu namun tetap saja membekas dan selalu meninggalkan kesan mendalam akan hal itu.  Lelah, rapuh, berkeluh kesah dan segala hal lainnya Ingin apa? Berteriak? Menjerit? Atau menangis sampai ujung sana tau, untuk apa? Buat apa? Pilu itu akan tetap ada dan tidak akan merubah apapun selain membuat tak dapat tidur, fisik serta mental melemah.  Tak jarang, untuk sekedar berkeluh kesah rasanya sudah tak bertenaga lagi. rasanya bahkan hambar, tapi kenapa masih terasa sakit walau sudah terbiasa?  Ketakutan itu layaknya mengejar dan selalu begitu. Bahkan karena kewaspad...

Celoteh Asa 1 (Takut melangkah)

Langkahku terdiam dan masih menetap disini  Seakan setia menanti aba-aba sang pelatih  Bahkan hingga dari saat itu aku seakan tuli  Mataku terus berkabut menundukkan mahkota kearah bumi ini Seakan ditebas karena melakukan sebuah kesalahan Tetesan mutiara itu terus terjatuh membasahi pipiku Bahkan hingga dari kala itu Semuanya terasa meremang  Hingga aku terus terdiam bisu Terkadang aku ingin menetap di sini Ku dekap dan ingin ku hentikan detiknya agar aku tak perlu mengejarnya lagi.  Ragaku seakan kuat menopang badai di depan mata Tapi sanubariku seakan berkata ia tersembunyi di balik logika sembari menanti sebuah keajaiban.  @qi_ylr #Januari2021 Cek judul lainnya di :  Disini