Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Celoteh Asa 33 (Ujung Tepian Pantai)

Gambar
Langkahku pernah terjejaki ke ujung tepi pantai sana Melalangbuana menapaki beberapa singgahan sekedar menghirup sejuknya udara pagi Hingga aku menemukan sebuah muara yang tak luput dari mentari dulu _____ Sajak cerita kala itu Masih terbius dibenakku hingga kini Ada deretan syair laksana kisah klasik tertuang di embun pagi itu Menyapa serta menusuk sanubariku  _____ Sapuan ombak yang berlari ke dasar pantai Pohon Pinus menjulang tinggi terhampar bak peneduh saat mentari tiba Menjadi padu feel menjejaki nya _____ Intuisiku tak sekental kala itu Dimana aksara menjadi objek yang menyenangkan Liku perjalanan perlahan mengantarkan ketempat tujuan semula Diiringi silaunya sinar mentari _____ Dan kini Aku kembali menapaki nya  Walau tidak saat ia terbit Namun saat redupan mentari yang masih bersinar sebelum sempat terbenam @qiyamu_laila #23Juli2022

Celoteh Asa 31 (Kampus-juang)

Kamu pernah bilang... Kamu mencintai kampusmu Namun kamu ingin menyerah saat salah satu program yang diujikan kampus kepadamu tak sanggup kamu lalui  Apa itu cinta?  Memang begitu konsep nya... Saat kamu ingin menggenggam suatu perjuangan Kamu tidak bisa selalu berada dijalur lurus titik perjuangan itu Tapi kamu akan dihadapi sebuah kerikil yang akan membuatmu memilih untuk berhenti atau melangkah perlahan berputar arah untuk mencari jalan pintas yang jauh lebih menguji kemampuan logikamu.  Dan ketika kamu melewati jalan pintas yang kamu anggap itu benar Sangat wajar jika kamu tertatih dan lelah Namun daya juang yang kamu bawa itu akan membawa energi semangatmu untuk terus tetap dalam jalannya  Dan hingga ketika kamu perlahan bisa melewatinya Kamu tau bahwa jalan pintas itu benar adanya Atas semua rintangan yang kamu lalui  Dan atas semua batu sandungan yang kamu pijaki Kamu berhasil masuk ke sebuah proses sukses yang dirimu terlatih dibanting oleh keadaan dulu ...

Celoteh Asa 30 (Ingin Menatap Kembali)

Dedaunan pohon itu tepat mengenai senyum simpulnya Perlahan sudut matanya menyipit saat tatapan itu terekam sesaat dihadapannya  Diiringi sebuah sapaan hangat sang pemilik Hatinya berbisik syukur mengagumi keindahan-Nya  Seperti perumpamaan klasik sang putri menanti sang pangeran Dulu seakan menjadi benalu diinangnya Kini bak mutualisme diantara keduanya Kutub salju nun jauh disana berhasil cair karena larva panas itu Awalnya seakan mati ditengah jalan Tanpa sengaja cair seumpama rintik Turun perlahan menyirami sang putri dengan kesejukan yang dimilikinya  @qiyamu_laila #16Juli2022

Celoteh Asa 29 (psikopat)

Seusai hujan tadi Bersama angin yang berhembus Darahmu masih terus mengalir ke pangkuanku Perlahan deru nafasmu tiada lagi bersisa Hingga bekas sayatan itu kering diperaduan kita Jemarimu yang telah 18 tahun di kau Kini beralih sudah ke lambung ku Menjadi santapan pertama yang aku cicipi Dengan izin yang kuucapkan tadi Aku berhasil menyembunyikan seluruh organmu dibeberapa kendi milikku Untuk penyambung hidupku nanti Denganmu... Tak akan ku biarkan kau berlari liar kesana kemari seperti tadi  Tak akan aku biarkan siapapun menyentuhmu Karena kamu adalah milikku seutuhnya @q_l #10Juli2022 Cek postingan lainnya :  Disini

Celoteh Asa 28 (Bimbang)

Aku siap melangkah ke negeri salju sana Sejak Mega merah itu menghiasi titik yang ku pijaki Rona malam hampir terasa nyata didepan mata Aku bimbang akan menjejaki langkah mana agar aku sampai ke negeri salju sana Tanpa terhalang oleh gelapnya malam nanti Hingga seseorang memberikan sebuah cahaya yang siap menerangi jika malam semakin gelap  Namun langkahku terhenti saat cahaya itu pergi seiiring dengan menghilangnya seseorang tersebut  Ia berlalu pergi tanpa sepatah kata Menyisakan remang cahaya dimega merah @qiylr #10Juli2022 Cek postingan lainnya :  Disini

Celoteh Asa 27 (Hambar)

Ada banyak angan disetiap catatan harianku Ada banyak mimpi yang ingin aku gapai Ada banyak tantangan yang ingin aku tapaki Namun itu dulu, sebelum mentari itu mengabu Perlahan tak dapat terlihat karena hujan akan siap hadir  Entahlah.. Aku yakin semangat itu cuma memudar Bukan hilang Namun kenapa aku seolah mati rasa ? @qiyamu_laila #Juli2022 Cek postingan lain :  Disini

Celoteh Asa 26 (Quotes-Berani)

Setidaknya walau kamu gagal, kamu telah mencoba dan tidak kehilangan kesempatan yang menghampirimu Dan setiap rasa takut yang kamu hadapi saat ini akan menjadi suatu hal yang kamu banggakan saat ada banyak hal yang kamu abaikan terlewati begitu saja @qiyamu_laila #29Agustus2021 Lihat cerita lainnya :  Disini

Celoteh Asa 25 (Quotes-Akal)

Apa yang kita lakukan tergantung pada apa yang kita pikirkan Dan apa yang kita tuju juga tergantung pada apa yang terniat dalam diri kita @qiyamu_laila #TepiKuburan #9Juli2022 Lihat cerita lainnya :  Disini

Celoteh Asa 24 (Mengapa Celoteh dan Asa?)

Apakabar readers yang Budiman? Apa hatimu berkabung pilu atau justru mekar karena bersemu ditimpa flu? Ah apapun itu, tetap baik-baik ya. Akan ada nuansa pilu bahkan kelabu (ah sama saja) yang kan menemani hari galau mu, hihi canda;-)  Sebut saja seorang amatir, yang tak tau arah berkisah dan cerita apa agar tetap konsisten dalam menjalankan perannya dalam sebuah tulisan.  Ingin memaparkan ilmu tapi tidak tau bahas materi apa Ingin mendeskripsikan sebuah lokasi tapi tidak tau tempatnya dimana Ingin memfilmkan suatu hal tapi ini bukan vlog  Akhirnya nulis suka-suka saja Yang atas nama menulis, bebas menulis ingin membahas apa, ingin menulis apa, tanpa terhambat suatu hal.  Dan Yap, seperti namanya Celoteh (ocehan) dan Asa (Semangat) Mengoceh dengan semangat?😂 Ya mungkin begitu... Dan yang terakhir, kesimpulan  Ah apa ya? Begitulah ceritanya seperti diatas Selanjutnya kritik dan saran. Nah saran buat pembaca, tetap sabar ya terhadap apa yang dibaca walau kesannya...

Celoteh Asa 23 (Sebuah kabar)

Jembatan Siti Nurbaya, Kota Padang  "Kau tau? Semua ini mengajarkan kita makna rindu yang tak berkesudahan. Aku tetap disini. Sejak tadi, menunggu waktu yang tersisa di hari ini agar aku tetap tahu apa kabarmu. Hei, mengertilah."  Jakarta, Indonesia Mataku mengerjap ke salah satu notifikasi pesan WhatsApp.  "Apa-apaan dia."  Via telepon  "Hei kamu, tak tahukah kamu darling ? Jaringan seakan memisahkan kita agar tak lebih cepat mengabari. Jaringan pergi bersama lampu yg entah kapan hidupnya. Semuanya seakan sunyi." Sorot matanya berapi-api berucap pada sang kekasih.  "Senyap namun tenang. Damai sekali". Balas kekasihnya singkat.  "Ah aku tidak terima!" Gerutunya diseberang sana "Aku disini bersama setitik temaram cahaya. Dan menjadi saksi bisu dalam jiwaku ini." Ujarnya sembari mematikan telepon.  (DRAFT) @qi_ylr #9Juli2022 Cek judul lainnya :  Disini

Celoteh Asa 22 (Kamu)

Ada harap yang tak lagi ingin untuk disapa Dan ada rindu yang tak perlu lagi untuk disimpan Disaat rasa menolak untuk hadir lagi Entah kenapa hati ini tetap tertaut padamu Bayanganmu seperti angin yang menyapa Genggaman tanganmu masih terasa hangat dijemariku Entahlah.. semua masih hangat terasa oleh ku Sebelum kau hilang dari peredaranku Enyahlah, aku benci kerinduan ini Datang dan pergi sesuka hati (Kolaborasi dengan salah seorang sahabat) @qiylr #3Feb2022 Cek judul lainnya :  Disini

Celoteh Asa 21 (catatan singkat untuk sahabat)

Bersemangat lah agar kamu tau arti dari berjuang Berjuanglah agar kamu tau arti dari berusaha Berusahalah agar kamu tau arti bertahan Bertahanlah agar kamu tau arti sabar Bersabarlah agar kamu tau arti dari menunggu  Menunggulah agar kamu tau arti semangat setelahnya Dan semangatlahhh dengan segenap hatimu;)  @qiyamu_laila #6Nov2021 Cek judul lainnya :  Disini

Celoteh Asa 20 (Setia dalam Diam)

Ribuan kumbang setia menjaga di garda terdepan ku Tak pernah pergi walau selalu ternoda oleh ucapku  Logika ku sedikit mengusik ruang hatiku Kala anganku diselimuti sendu Mereka tak pernah hilang dari pelupuk mataku  Aku sedikit tersentuh, namun tidak dengan hatiku Bahkan ketika pelabuhan megah hadir di depan mataku  Hatiku tak akan pernah goyah walau logikaku sedikit tersentuh Aku terpaku ada suatu rasa menyelinap di hati kala nafsuku mengkhianati hatiku  Dia enggan pergi walau hanya sekedar singgah di antara kumbang itu Ada bias tak ku rasa saat sedikit saja aku pergi Dan kini Beginilah aku  Hatiku tak pernah terusik walau sekeras apapun hambatan dalam mencintaimu dalam diamku  Aku bahkan mengabaikan semua Kilauan emas yang terpancar di sela-sela waktu yang tersisa Hatiku tetap seperti dulu  Di balut untaian rindu yang tersimpan rapi di sudut relung jiwaku  Walau terkadang ragu itu ada Namun aku akan tetap berdoa menjadi tangga terakhir di perja...

Celoteh Asa 19 (Nostalgia)

Tema : Nostalgia Oleh : Lailatul Qiyamu Ramadhani @qiylr (Salah satu naskah yang sudah dipublikasikan secara nasional)  Secercah harap masih kutunggu Sela sekian lama aku nantikan Ditepi aksara yang mengukir sejarah kelam  Dulu hingga kini Rona wajahmu tak pernah pudar dari sudut hatiku  Tetap ada dan kan selalu ada  Hingga Saat tali kasih yang terjalin hilang Ntah kemana Sinarmu tak lagi hangat saat mula kita berjumpa Sapaanmu kini telah dingin     Hatiku berkabung pilu Rindu Kau dimana Aku masih disini menunggumu  Menantikan sajak hadirmu Walau hanya seujung kuku Aku termangu menelisik syahdumu Rinduku masih ada hingga dulu Enggan rapuh atas pergimu #13Juli2021 Cek judul lainnya :  Disini

Celoteh Asa 18 (Dia)

Pagi Sampaikan untaian rindu ini padanya Ada sajak yang tertulis pada setiap bait sebagai pelipur lara Aku ingin ia selalu baik-baik saja Selalu Terimakasih telah mengisi hari-hariku ditengah segala kerapuhan yang ada  Ada mu aku mencoba menatap hiruk pikuk dunia yang telah lama terpejam Esok atau lusa  Aku harap ia selalu tersenyum Mengabaikan setiap luka yang dia punya  Pagi Inginku, ia selalu baik-baik saja  Ada atau tidaknya aku dalam deretan kisah hidupnya @qiyamu_laila #Naskah_telah_terpublikasi_nasional #8Juli2022  Cek judul lainnya :  Disini

Celoteh Asa 16 (Belum Usai)

Mungkin dibeberapa keinginan belum sanggup untuk dikejar  Mungkin dibeberapa titik kamu hanya perlu melangkah perlahan menuju gerbang tujuan  Kamu harapan bagi siapapun yang menantimu Kamu adalah sosok yang diharapkan mampu menjadi pelindung untuk orang yang mengharapkanmu Kamu juga adalah belahan jiwa bagi orang mencintaimu Kamu adalah segala-galanya bagi mereka yang menyayangimu Kamu punya hal yang tidak semua orang itu punya Lelahmu, keluh kesahmu adalah sebuah tantangan yang harus kamu hadapi untuk menggapai semua nya Kamu harus menjadi seorang yang tahan banting dulu sebelum kamu dipercaya untuk diberi tanggungjawab dalam kehidupanmu Kamu hanya perlu berjalan jika lari mu membuat lelah Kamu hanya perlu merangkak, jika langkahmu tak sanggup bergegas Kamu hanya perlu istirahat jika bebanmu terlalu berat Jangan berhenti.. Aku tau, setiap raga punya tantangan masing-masing Tapi dengan niat dan kerja keraslah semuanya menjadi hasil Karena kamu adalah dirimu  Dan tanpa had...
Hallo guys, saat ini ada perubahan pada alamat blogspot kami. Semua tautan menuju halaman website belum bisa di akses karena dalam masa perbaikan. Thanks sudah berkunjung, see you next time !!  #januari-agustus2025 @qi_ylr Daftar Judul Celoteh Asa Celoteh Asa 1 : Takut Melangkah ( Disini ) Celoteh Asa 2 : Ketakutan yang Tersembunyi ( Disini ) Celoteh Asa 3 : Bagaimana Cara Memulai Itu ( Disini ) Celoteh Asa 4 : Kehilangan Impian ( Disini ) Celoteh Asa 5 : Sebuah Kesadaran ( Disini ) Celoteh Asa 6 : Seakan Semu ( Disini ) Celoteh Asa 7 : Mencoba Maju ( Disini ) Celoteh Asa 8 : Sebuah Luka ( Disini ) Celoteh Asa 9 : Kau Pasti Bisa ( Disini ) Celoteh Asa 10 : Tegakkan Kepalamu ( Disini ) Celoteh Asa 11 : Quotes-Sejajar ( Disini ) Celoteh Asa 12 : Hening ( Disini ) Celoteh Asa 13 : Denting Waktu ( Disini ) Celoteh Asa 14 : Untuk Tuhan ( Disini ) Celoteh Asa 15 : Demi Angkasa ( Disini ) Celoteh Asa 16 : Belum Usai ( Disini ) Celoteh Asa 17 : The Rain ( Disini ) Celoteh Asa 18 : Dia ( Di...

Celoteh Asa 15 (demi Angkasa)

Sisa malam itu masih bergelayut di desa kecil Bak kecupan rembulan yang konon enggan pergi  Sang empunya masih setia menanti bulan yang hadir Relung jiwanya terus yakin angkasanya kan tiba menjemput nya dirembulan esok  Namun sebait ucap singgahan angkasanya  Membius mati seisi ruang hatinya Bak ratu enggan turun ke singgasananya Sayapnya seakan patah sekedar terbang entah kemana  Hampa... Wajahnya dingin seputih salju  Linglung... Seakan pasrah jatuh ke jurang kehidupan Layu... Siap tumbang oleh sedikit gesekan Ribuan dayang siap merangkul sang putri Namun angkasanya membisu tanpa bisa memberi kekuatan Dia sang putri yang siap membeku ditelan bumi  @qiyamu_laila #3Juli2022 Cek judul lainnya :  Disini

Celoteh Asa 14 (Untuk Tuhan)

Temaram mentari sore menit tadi  Dipojok ruangan 180° Dibawah awan abu  Bersama rintik hujan yang kian jatuh Aku termangu  Aksara rasa yang terajut itu  Bak terjerambab didasar danau yang terlalui dulu  Langit bergemuruh menjadi saksi history tadi  Terpaku pada pondasi cinta yang seakan usai Menengadah menatap ketentuan-Nya Bersimpuh meminta ampun Demi ketetapan Tuhan di Lauhul Mahfuz  @qiyamu_laila #1Juli2022 Cek judul lainnya :  Disini