Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Celoteh Asa 44 (Dendam)

Gambar
Pikiranku berkecamuk seperti tulisan itu Tertata dan sebagian besar masih dibenak Ah bullshit !!! Nampaknya bianglala perlu dikemudikan kembali Setelah janji manis mengemudi bersama menjadi sebuah kaca retak  Mari bermain kembali sayang  Nanti senyumku yang akan memporak-porandakan kemudi mu Translate :  Disini Cek postingan lainnya :  Disini @qiyamu_laila #25Sept2022

Celoteh Asa 43 (Berlabuh)

Tentang Mereka yang ingin menjadi aku Mereka ingin aku menyampaikan setiap syair nada yang tertuang dalam aksara kehidupan Mereka ingin detik waktu ku terkuras selangkah untuk mereka Mereka ingin maju untukku Mereka ingin memberi sebuah senyum kasih tertulus mereka untukku  _____ Ruang labuhan itu Mungkinkah nanti akan berdebu? Atau dirawat saat pertama kali dibabat abu? Atau mungkin justru memberi warna kian kelabu? _____ Nuansa klasik berpadu gemuruh rindu itu akankah memelukku? Apa benar, itu untukku? Apa pantas aku mendapatkannya? _____ Bagaimana bisa aku memberi warna Sementara aku masih dalam abu Cek postingan lainnya :  Disini #SyahduCakrawala @qiylr #21'9'2022

Celoteh Asa 42 (20 meter padamu)

Disisi ruangan berhawa senyawa kimia Dipanah terik cahaya tepi lapangan bola Menelusuri pandangan beratus pasang langkah dari balik celah pintu sang PMR masuki Kornea mataku menyipit  Didetik dirimu aku jumpai  jauh diujung lokal sana Senyummu bak pualam Cek postingan lainnya :  Disini @qiyamu_laila #01'09'2022

Celoteh Asa 41 (Cabut !)

Angin menyeruak berhembus ke helaian hijab ku. Tentang aku yang gusar ingin cepat pergi dari pijakan saat ini. Perlahan pasti aku berhasil keluar dari pengap kelas itu. Sesampainya aku di lorong sekolah tak berpenghuni, aku menemukan secuil ide untuk berlari ke taman belakang sekolah menembus pagar pembatas pohon-pohon yang telah tandus dibawah atap gudang bekas. Ku langkahkan kaki menuju pijakan pertama, namun na'as tepat dipijakan ketiga. Seseorang ingin menerobos jalanku.  "Hei ngapain disini?" Tanyaku  "Susstt... Aku lagi dikejar pak Agus." Ucapnya terengah-engah "Ha? Lagi dikejar?..." Belum sempat aku melanjutkan ucapku, suara teriak pak Agus mengagetkan ku. "Heii Junedd!!!!!!!" Teriaknya. Aku yang takut ketahuan pun ingin segera berlari menuju kedalam sekolah kembali. Tapi sebelum itu terjadi, Juned sudah lebih dulu menarik pergelangan tanganku ke pagar pembatas sekolah. Hingga aku tak ada pilihan lain selain mengikutinya.  Setelah kami...

Celoteh Asa 40 (Quotes : Cobalah)

Jika kamu tidak pernah gagal Maka kamu tidak akan pernah tau cara mencoba  Dan jika kamu berhasil maka kamu memperoleh kebahagiaan Cek postingan lainnya :  Disini @qiyamu_laila #18September2022

Celoteh Asa 39 (Antara ujian dan rasa syukur)

Gambar
Kita semua hidup didunia dan tepatnya dibumi sang pencipta semesta yaitu Allah. Jauh sebelum kita ada dimuka bumi ini, telah banyak manusia pendahulu kita yang juga sama-sama berasal dari 1 manusia pertama yaitu Adam. Adam diciptakan Allah dan ditemani oleh hawa, tercipta dari tulang rusuk Adam itu sendiri. Dari sanalah asal muasal terbentuk umat manusia hingga sampai sekarang ini.  Siapapun kita, kenal atau tidak kenalnya dengan seorang yang jauh dari arah pandang kita dibelahan bumi sana, atau bahkan orang-orang disekitar kita, mereka memiliki ujian yang masing-masing diberikan oleh Allah. Semuanya pun berfokus pada apa yang masing-masing menimpa diri kita.  Tapi yang pasti, apa kita terus-menerus memikirkan apa yang terjadi pada diri kita? Apa kita terus berada didasar terbawah saat diri kita bernaung lemah? Apa kita terus berteriak dan menangis saat semua yang terjadi berlalu seenaknya terhadap kita? Jawabannya hanya satu. Itu pilihanmu. Kenapa? Masing-masing kita punya po...

Celoteh Asa 38 (tak akan pernah kembali)

Gambar
Tak akan pernah kembali  Ia.. Pergi tanpa sepatah kata Menyisakan sesak pada yang tersayang Hanya linangan air mata yang menjadi saksi nyata segala memori yang pernah ada Diam Hening Sunyi  Tidak akan pernah ada lagi senyuman itu Suara itu, tidak akan pernah kembali terdengar Keluh kesah itu, tidak akan pernah lagi kembali ke pelukan ini Yang ada hanyalah Bayang-bayang kisah lalu yang menari dibenak labuhan nya dulu Cek postingan lainnya :  Disini #SemogaAllahMenjagaMu @Qiyamu_Laila #11September2022

Celoteh Asa 37 (sang pujangga)

"Pintu mana lagi yang harus ku ketuk agar dirimu percaya dengan diriku (lagi) ?" Ucap seorang lelaki pada wanita yang pernah mencintainya __________ Titik terbaik bujukmu adalah waktu itu Sebelum goresan itu merubah nuansa hati menjadi batu Namun semua hanyalah semu Anganmu terlalu jauh berekspetasi bahwa ia yang kau kira lemah dapat mudah mengikhlaskan 5 tahun bukanlah waktu yang singkat mengikhlaskan Apalagi jika logika telah diaktifkan dan perasaan dalam mode non aktif  ___ Ia yang pernah ku jadikan labuhan terindah Menjadi luka yang menyakitkan saat pagar pelindung itu berubah menjadi jeruji besi  Tempat sandaran saat bernaung lemah berubah menjadi mimbar bebas untuk dihujam keributan manusia lainnya  Dermaga yang siap mengarungi bahtera kehidupan itu dihancurkan sendiri tanpa sadar oleh pemiliknya  Bekas sayatan itu berkali-kali sembuh dan terluka kembali Namun siapa sangka ia hancur tanpa direncanakan? Meninggalkan pengkhianat yang seakan tuli diseberang sana C...

Celoteh Asa 36 (Warna yang Mengabu)

Gambar
Terdiam jauh didasar sekitar sebagai tameng dari bekas duri yang pernah tertancap Mengunci lisan dan menghalangi sanubari demi jiwa yang pernah patah  Banyak erangan yang mengatakan "kamu terlalu tuli dan buta atas sekitarmu"  Jauh dari itu, pengalihan respon diri agar mereka tidak sekedar menutupi rasa penasaran sendiri Tetap konstan menjawab sapaan  Agar bimbang dan rapuh itu tidak diketahui jiwa lain yang menaruh kepo  Membiasakan batin untuk terus bertahan agar tidak merembes ke sosial media manapun  Demi diri yang pernah hancur dan bekas yang perlahan memudar Berceloteh tentang asa yang pernah terlindas terinjak keadaan  Hingga terus menelusuri kembali jejak singgah bekas luka yang pernah ada Cek judul lainnya :  Disini #AdaDiantaraAbu #RetakKembali #DariAkuYangPernahAdaNamunTiada @qiyamu_laila #10Sept2022