Celoteh Asa 32 (Bekas Luka)
Rantai bayangan dibenakku perlahan mengayunkan jemarinya Membelenggu separuh nyawa tanda kehidupan Rintihan itu masih terdengar nyaring hingga ke singgasana sang raja Hampir separuh hidupnya dikorbankan demi cinta yang terurai Jejak langkah sang raja perlahan ke gerbang istana sang putri Sang putri terdiam membisu Kala bola mata itu menatap nyalang terhadapnya Tatapan yang dulu menyejukkan sanubarinya Kini seakan redam oleh api yang menghujam logikanya Sang ratu menarik paksa raja kembali ke singgasananya Meninggalkan jejak langkah kaki yang pernah bernaung dalam relung hatinya Belahan jiwanya telah sampai ke singgasana seharusnya Menunggu takdir menghapus kenangan serta rasanya #11September 2022 @qiyamu_laila