Postingan

 π•Šπ•–𝕦𝕝𝕒𝕀 π••π• π•Ÿπ•˜π•–π•Ÿπ•˜ π••π•’π•£π•š π•Ÿπ•–π•˜π•–π•£π•š 𝕔𝕒π•₯ 𝕝𝕠𝕧𝕖𝕣𝕀 Short story  Langkahku menapaki jejak singgah sang raja yang dulu membangun pelabuhan megah ini. Ku telusuri hingga menemukan sebuah ruangan besar yang terbalut dalam silauan emas. Mataku menyipit saat sebuah benda kecil mendekat ke arahku hingga menjatuhkan beberapa barang kecil yang berada disekitarnya.  "Ahh getaran apa itu?" Tanyaku dalam hati Sebuah cahaya perlahan mendekati ku hingga berubah menjadi jelmaan kucing. Ia menggesek kan kepalanya ke arah gaun, seraya menatap lembut ke arahku. Matanya perlahan berkedip manja, hingga tak tahan membuatku ikut menyentuh kepalanya. "Hem menggemaskan" batinku. "Terimakasih tuan putri cantik kerajaan cinta" sebuah suara menggema diruangan. Spontan aku berdiri menjauhi seekor kucing yang perlahan ikut memberi jarak diantara kami dan berputar mencari sumber suara. "Aku berada didekatmu tuan putri". Perlahan mataku menyipit ke arah kuc...

Dongeng

  Putri Sulita dan Tongkat Ajaib   Pada zaman dahulu, berdirilah sebuah kerajaan megah nan makmur bernama Kerajaan Teido. Kehidupan rakyat yang dipimpin oleh Raja Tei sangat harmonis, semua rakyat hidup berkecukupan dan tidak ada rakyat miskin menderita. Bahkan Kerajaan Teido satu-satunya kerajaan yang hidup makmur rakyatnya selama 1 abad lamanya. Raja Tei sebagai pemimpin Kerajaan Teido mempunyai seorang istri bernama Ratu Beliwa. Mereka memiliki 3 orang putri yang sangat cantik. Karena hal itu membuat kerajaan Teido sangat terkenal hingga ke penghujung negeri.  Pada suatu hari, Putri Haruka sebagai anak pertama mengajak adik-adik nya Putri Shadow dan Putri Sulita pergi bermain disebuah taman kerajaan. Mereka pergi tanpa meminta izin kepada Raja Tei dan Ratu Beliwa.  "Ayo kita pergi ke taman kerajaan. Disana ada banyak bunga yang baru dibenahi oleh penjaga kerajaan." Ajak Putri Haruka "Ah benarkah kak? Apa disana ada bunga melati?" Tanya putri Shadow selaku putri k...

Celoteh Asa 60

  Jangan Berhenti Jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi dan terlalui.  Salah satu kata lumrah yang sering di dengar adalah "Nasi sudah menjadi bubur". Jika kita hanya berpikir sampai disana dan menganggap yang telah terjadi cukup sampai disini saja, apakah sebuah proses kemajuan akan terus terlalui ? Tidak. Karena kita cenderung akan bersikap pasrah atas semua usaha yang sudah kita lalui. Lalu apakah kita berhenti disana saja tanpa adanya perubahan dari kegagalan itu "toh ujung-ujungnya juga ga akan bisa" ? Bisa ya dan bisa tidak. Tergantung bagaimana pikiran menerima respon dari hal tersebut.  Namun tak beranjak dari istilah itu, bukankah "harga bubur lebih mahal dibanding nasi" ?  Mungkin beberapa dari kita pernah terhenti saat sebuah kegagalan terjadi dan kesalahan itu adalah suatu hal yang tak akan bisa diperbaiki kembali. Gapapa kok, anggap saja yang kemarin itu salah langkah. Kesalahan yang dijadikan pelajaran agar tidak ke arah itu lagi kit...

Celoteh Asa 59

  Semangat Hidup  Ada banyak ketidakmungkinan didunia ini T entang ekspektasi yang sangat diinginkan Tentang alur hidup yang telah terencanakan Tentang waktu yang disusun rapih Semuanya tunduk pada ketetapan Tuhan Dunia kan terus berjalan Tentang kekhawatiran yang sebatas angan Entah disaat aku ingin menyerah dan berhenti  Ataupun saat harapanku sirna  Bahkan disaat aku bernaung lemah Dan saat aku ingin mengulur waktu untuk sedikit lebih lambat  Atau mungkin saat rasa sakit bertubi membunuh jiwaku Semuanya terjadi atas kehendak Tuhan Tugas kita hanya terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi Tanpa harus mengharapkan suatu angan tak nyata  Saat diri ingin mengadu pada bahu sandaran Saat diri tak mampu lagi menahan ledakan perasaan Atau saat hati memaksa untuk tetap berada pada kenyamanan nya  Semuanya tak bisa kita rubah seperti yang kita inginkan Kesabaran dan keikhlasan kunci segalanya Walaupun mendapatkan nya butuh ruang lapang di diri yang...

Celoteh Asa 57

Sebuah karya tulis yang ku beri nama Skripsi  Aku Laila, saat ini tengah menjalani proses perkuliahan di semester 8. Ya, di semester ini adalah masa paling aku sukai. Karena selain sudah menuntaskan seluruh mata kuliah dikelas, kali ini aku hanya akan menempuh 1 mata kuliah saja.  "Ngulang mata kuliah saat semester 4 dan 6 bisa kali ya, itung-itung perbaikan nilai." Pikirku kala itu. Dengan semangat dan rasa bahagia tentunya aku memberanikan diri mengambil mata kuliah untuk ku ulangi di akun siakad kampusku.  Flashback on ke beberapa Minggu sebelumnya Masa PPL dan KKN telah berakhir, terasa sangat berbeda antara kuliah di kampus dengan praktik lapangan yang ku jalani saat semester 7 lalu. ada banyak hari libur yang mendatangi sehingga aku berkesempatan untuk mengajukan judul secepat mungkin dari teman angkatanku yang masih belum selesai masa pulang kampungnya pasca KKN.  Juli - Desember 2022 "Hemm bisa ngga ya aku menjalani PPL ini." Sebuah p ertanyaan mendasar yan...

Celoteh Asa 56 (labuhan asa)

 Aku pernah bertahan ditengah labuhan yang jauh berbeda dengan dermagaku dulu Aku pernah tumbang menahan apa yang ku rasa Hingga saat pelupuk mata ku tak sanggup melihat siapa yang berlalu lalang dihadapan ku Dengan pijakan kaki ku yang tak lagi berada pada jejaknya Langkahku terseok pergi perlahan menuju arah yang berharap baik-baik saja  Namun semua hanyalah semu Saat langkahku belum mampu sampai dijejak yang ku harap aman  Puluhan tetesan telah lebih dulu membasahi pipiku Mataku menunduk terpejam menutup serapat-rapatnya dari dunia dihadapanku  Meraung menangis berharap sakit itu pergi dariku Dan berharap kuat agar aku tak perlu sembunyi lagi dari kehidupan yang beredar Itu semua dulu Saat aku lemah tak mampu menahan sandungan yang membuatku jatuh  Sejak dari kala itu Kehendak-Nya membuatku semakin yakin menghadapi tantangan duniaku Terimakasih TuhanπŸ’“ @qiylr

Celoteh Asa 55

Banyak orang tersenyum menghadang jalanku Mereka menyapa sembari menabur sisa duri  Setelahnya mereka tertawa  Tak sedikit yang hadir namun minim rasa menghargai Awalnya Ku pikir pasukanku banyak Namun Semua hanya pandangan buram  Draft