Dongeng

 Putri Sulita dan Tongkat Ajaib 

Pada zaman dahulu, berdirilah sebuah kerajaan megah nan makmur bernama Kerajaan Teido. Kehidupan rakyat yang dipimpin oleh Raja Tei sangat harmonis, semua rakyat hidup berkecukupan dan tidak ada rakyat miskin menderita. Bahkan Kerajaan Teido satu-satunya kerajaan yang hidup makmur rakyatnya selama 1 abad lamanya. Raja Tei sebagai pemimpin Kerajaan Teido mempunyai seorang istri bernama Ratu Beliwa. Mereka memiliki 3 orang putri yang sangat cantik. Karena hal itu membuat kerajaan Teido sangat terkenal hingga ke penghujung negeri. 

Pada suatu hari, Putri Haruka sebagai anak pertama mengajak adik-adik nya Putri Shadow dan Putri Sulita pergi bermain disebuah taman kerajaan. Mereka pergi tanpa meminta izin kepada Raja Tei dan Ratu Beliwa. 

"Ayo kita pergi ke taman kerajaan. Disana ada banyak bunga yang baru dibenahi oleh penjaga kerajaan." Ajak Putri Haruka

"Ah benarkah kak? Apa disana ada bunga melati?" Tanya putri Shadow selaku putri kedua

"Ada, disana ada semua jenis bunga." Jawab Putri Haruka

Namun berbeda dengan adik bungsu mereka, Putri Sulita merasa ragu untuk menuruti ajakan kakak-kakak nya. 

"Ayo Sulita kita pergi sebelum senja datang" sahut Putri Shadow

"Ehm tapi kak, kita belum meminta izin kepada ayahanda dan bunda ratu untuk keluar dari istana." Ucap Putri Sulita dengan cemas.

"Ah kamu ini, kita kan pergi dekat saja ke taman kerajaan. Lagipula juga hanya sebentar kita melihat-lihat lalu kembali ke istana lagi" jawab Putri Haruka

Putri Sulita yang kebingungan tiba-tiba tangannya ditarik oleh kedua saudaranya. Tak berselang lama kemudian sampailah mereka di taman kerajaan. Para putri seakan takjub melihat pemandangan yang memanjakan mata nya. Mereka berlari sembari mengelilingi taman kerajaan, hingga meninggalkan Putri Sulita seorang diri. 

"Tolong.. tolong.. tolong aku." Sebuah suara mengejutkan Putri Sulita dari kebingungan nya. 

"Kakak.. Kak Haruka.. Kak Shadow kemarilah.." teriak Putri Sulita

Namun tidak seorang pun dari mereka yang mendengarkan Putri Sulita. Karena merasa penasaran dan sedikit khawatir, Putri Sulita bergerak mencari sumber suara. 

"Putri.. putri.. itu suaraku. Apa kamu mendengarku?" Pandangan Putri Sulita mengarah ke sebuah tongkat kuno diantara akar tanaman bunga matahari. Putri Sulita memastikan bahwa suara itu memang berasal dari tongkat kuno tersebut. 


"Tongkat? Tongkat apa ini?" Sahut Putri Sulita dengan kebingungan. 

"Halo tuan putri, terimakasih telah membantuku. Aku disini sudah 7 hari, terkena hujan dan panas. Bawalah aku pulang ke istanamu Putri." Tongkat itu sembari mengeluarkan sinar emas sebagai pertanda bahwa memang ia lah yang tengah berbicara. 



Draft

Lainnya : Disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celoteh Asa 57