Celoteh Asa 14 (Untuk Tuhan)
Temaram mentari sore menit tadi
Dipojok ruangan 180°
Dibawah awan abu
Bersama rintik hujan yang kian jatuh
Aku termangu
Aksara rasa yang terajut itu
Bak terjerambab didasar danau yang terlalui dulu
Langit bergemuruh menjadi saksi history tadi
Terpaku pada pondasi cinta yang seakan usai
Menengadah menatap ketentuan-Nya
Bersimpuh meminta ampun
Demi ketetapan Tuhan di Lauhul Mahfuz
@qiyamu_laila
#1Juli2022
Cek judul lainnya : Disini
Komentar
Posting Komentar