Celoteh Asa 20 (Setia dalam Diam)

Ribuan kumbang setia menjaga di garda terdepan ku

Tak pernah pergi walau selalu ternoda oleh ucapku 

Logika ku sedikit mengusik ruang hatiku


Kala anganku diselimuti sendu

Mereka tak pernah hilang dari pelupuk mataku 

Aku sedikit tersentuh, namun tidak dengan hatiku

Bahkan ketika pelabuhan megah hadir di depan mataku 

Hatiku tak akan pernah goyah walau logikaku sedikit tersentuh


Aku terpaku

ada suatu rasa menyelinap di hati kala nafsuku mengkhianati hatiku 

Dia enggan pergi walau hanya sekedar singgah di antara kumbang itu

Ada bias tak ku rasa saat sedikit saja aku pergi


Dan kini

Beginilah aku 

Hatiku tak pernah terusik walau sekeras apapun hambatan dalam mencintaimu dalam diamku 

Aku bahkan mengabaikan semua Kilauan emas yang terpancar di sela-sela waktu yang tersisa

Hatiku tetap seperti dulu 

Di balut untaian rindu yang tersimpan rapi di sudut relung jiwaku 

Walau terkadang ragu itu ada

Namun aku akan tetap berdoa menjadi tangga terakhir di perjalanan asmaramu 

Semoga tuhan mengabulkannya


(Salah satu naskah yang pernah dilombakan)

@qiyamu_laila

#Desember2020

Cek judul lainnya : Disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celoteh Asa 57