Celoteh Asa 15 (demi Angkasa)

Sisa malam itu masih bergelayut di desa kecil
Bak kecupan rembulan yang konon enggan pergi 
Sang empunya masih setia menanti bulan yang hadir
Relung jiwanya terus yakin angkasanya kan tiba menjemput nya dirembulan esok 

Namun sebait ucap singgahan angkasanya 
Membius mati seisi ruang hatinya
Bak ratu enggan turun ke singgasananya
Sayapnya seakan patah sekedar terbang entah kemana 

Hampa...
Wajahnya dingin seputih salju 
Linglung...
Seakan pasrah jatuh ke jurang kehidupan
Layu...
Siap tumbang oleh sedikit gesekan

Ribuan dayang siap merangkul sang putri
Namun angkasanya membisu tanpa bisa memberi kekuatan
Dia sang putri yang siap membeku ditelan bumi 


@qiyamu_laila
#3Juli2022
Cek judul lainnya : Disini


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celoteh Asa 57