Celoteh Asa 60

 Jangan Berhenti

Jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi dan terlalui. Salah satu kata lumrah yang sering di dengar adalah "Nasi sudah menjadi bubur".

Jika kita hanya berpikir sampai disana dan menganggap yang telah terjadi cukup sampai disini saja, apakah sebuah proses kemajuan akan terus terlalui ? Tidak. Karena kita cenderung akan bersikap pasrah atas semua usaha yang sudah kita lalui. Lalu apakah kita berhenti disana saja tanpa adanya perubahan dari kegagalan itu "toh ujung-ujungnya juga ga akan bisa" ? Bisa ya dan bisa tidak. Tergantung bagaimana pikiran menerima respon dari hal tersebut. 

Namun tak beranjak dari istilah itu, bukankah "harga bubur lebih mahal dibanding nasi" ? 

Mungkin beberapa dari kita pernah terhenti saat sebuah kegagalan terjadi dan kesalahan itu adalah suatu hal yang tak akan bisa diperbaiki kembali.

Gapapa kok, anggap saja yang kemarin itu salah langkah. Kesalahan yang dijadikan pelajaran agar tidak ke arah itu lagi kita melangkah. Bahkan sebesar apapun setiap kesalahan yang pernah terjadi, diri kita berpotensi untuk memperbaharui setiap langkah yang masih belum kita coba dalam menghadapi semua nya lagi.

Jangan pernah ragu membawa diri ke tebing yang lebih tinggi. Karena sumber kekuatan biasanya muncul saat kita belajar kembali dengan beban berat yang terpikul. Dan entah terlihat atau tidak nya usahamu, bernilai atau tidak nya setiap usahamu, kamu tetaplah kamu yang harus yakin bahwa kamu berharga tanpa validasi dari orang lain. Tak peduli seberapa dalamnya kamu jatuh, seberapa sakitnya kamu terhempas diduniamu, ataupun saat semua dunia berhasil merayakan diri mereka. Dirimu adalah kamu yang akan terus bersama hingga akhir hayat mu.

Semua yang terjadi adalah yang terbaik. Karena kita hidup untuk terus bertumbuh.

@qiylr

#13 Juli 2024 #short_page


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celoteh Asa 57