Ada beberapa kisah yang kudapat selama masa praktek pengalaman lapangan ku :
1. Ia terombang-ambing dalam agamanya, ia ingin Istiqomah dalam menjalankan Sunnah nabi Muhammad. Walau dunia menolak yang dilakukan nya, hati kecil nya menginginkan orang terdekatnya menjadi hal pendukung serta penopang nya. Namun itu malah menjadi panah yang senantiasa akan menghujam nuraninya. Ia mengakui bahwa ia kuat. Dan ya.. ku akui ia memang kuat. Mampu berada digarda terdepan dalam saksi bisu jihadnya. Tetap semangat muridku;) aku salut padamu dan ingin seperti mu. Namun aku menurunkan tingkat tangga menuju surgaku saat aku terjatuh. Doakan aku bisa seperti mu, yang Istiqomah meniti jalan kebajikan dan mengamalkan apa yang terniat baik pada diriku.
2. Ia berharap dan mengungkap salah satu fakta yang menurutku itu diluar nalar yang dialami seorang murid sepertinya. Namun aku bangga, setitikpun tak pernah ada niat membalas perbuatan buruk yang diberikan padanya. Dan malah membuat aku kagum akan sifatnya.
3. Ia terbelenggu atas kehidupan yang dijalaninya. Ia ingin mengejar cita yang diimpikan nya sejak dulu namun tangga surganya mengoyak hati dan pikirannya hingga ia ambigu meraih yang terbaik demi cita nya dan cita orang terkasihnya. Ia terombang-ambing dalam luka yang membasah dijurang terdalam kalbunya. Sanubarinya ingin menggenggam cita itu namun ketika ia melangkah, semuanya berkata "mari lewat sini dan jangan pernah coba-coba melewati jalan sana".
4. Sikapnya bijaksana dan mampu menolak perbuatan yang salah didepan matanya. Jarang ada yang sekuat itu. Andai pemimpin dipilih saat itu, mungkin ia lah yang berani mengucap fakta negeri yang dilakukan duta masing-masing negaranya tanpa memedulikan acungan panah dari tatapan rakyat kecilnya. Ia sang garda terdepan yang siap menghujam siapa yang berbicara untuk setiap kesalahan yang dilakukan rakyatnya.
Ia ingin mengejar impian yg besar ,tapi ia mau cepat mempunyai pandamping hidup......kata² yg sulit di percaya😅
BalasHapus