Celoteh Asa 45 (Dia-My Twins)

 My Twins

"Tali-tali itu tak lagi memiliki ikatan, bahkan sebuah rantai kini telah lapuk karena dimakan waktu..." Potongan sebuah caption nya

"Rakit kembali susunan angan itu, Dik... Jangan biarkan ia terpisah dan terurai semakin jauh. Jauh diujung tepi sana, ada sebuah tujuan yang ingin kamu hadir menggapainya." balasku 

"Namun sayang nya sebuah rantai kini tak lagi menyatu,dan tali itu telah putus di makan rayap,mengejar cita cita yang kini terbang menembus angkasa? Bahkan pikiran kosong yang tak lagi menyimpan mimpi. Itu tidak mungkin." Balasnya

"Hanya klise lah yang membuat semuanya menjadi abu. Jemari dan keyakinan dapat merubah segalanya. Bahkan saat kamu berdiam diri dengan pikiran terbuka lebar. Dan saat kakimu melangkah, kamu bisa memulai kembali impianmu itu. Terlepas dari berhasil atau tidaknya cita itu." Sambungku

"Kembali di sayang kan,kaki nya terpaku menghitung angka yang makin menjauh melaju bersama waktu,bertahan di sebuah zona yang pada akhirnya menaku tanpa tujuan. Tidak ada lagi sebuah sandaran hangat penuh cerita,hanya ada ruangan kosong dan setapak jalan buntu, Kak." Tuturnya

"Jika langkah mu tak sanggup menarik laju kakimu, merangkaklah perlahan.Yakinlah selepas hal itu, kamu akan tau betapa besarnya arti dari sebuah perjuangan beratmu." Ucapku

"Bagaimana aku bisa merangkak jika separuh badan ku di tenggelam kan oleh lubuk kenyataan? Lalu bagaimana aku bisa bergerak jika seluruh saraf ku bertahan di sebuah keputus asaan?" Tanyanya

"Kamu salah satu makhluk Tuhan yang dicintai dan selalu diperhatikan. Kamu juga salah satu manusia berhasil lahir kedunia mengalahkan jutaan sel sperma. Ada jumlah yang tak terhitung diantara total manusia yang ingin berada diruh mu. Mereka menginginkan mengecap dunia mengejar apa yang terjadi. Padahal mereka tau tuhan mereka telah mengatakan bahwa akan ada selalu ujian diantara penghujung zaman." Sambungku

"Bahkan raga ku meronta menangis ketika aku dilahirkan kedunia,tak ingin berkelumun dengan kenyataan yang telah ada." Balasnya singkat

"Temui aku jika ragamu butuh penopang. Sebisaku, akan aku usahakan ntuk labuhan sementara didunia." Ucapku

"Labuhan mana lagi yang harus ku terima? Sedangkan labuhan ku sebelum nya telah hancur karena tak tahan dengan ombak nya." Tuturnya

"Aku akan merangkulmu. Badai kita sama, Mari berkelana menelusuri perjalanan itu. Akan kita cari sebuah samudera untuk kita bernaung disana sampai ia melemah kembali.Kita cuma perlu singgahan dari masing-masing hal nya. Jika itu kembali hancur karena ombak itu. Mari kita telusuri lagi hingga kita sampai dititik akhir puncak keberhasilan itu." Ucapku

"Tau apa diri mu tentang badai ku? Aku pun tak tau bagaimana badai mu,karena aku hanya melihat sebuah angin yang bergulung di atas langit namun ku tak tau apa yang ada di balik nya:) Ingin ku surut kan air laut,ku tunjukan pada ombak bukan dia yang terkuat,namun tangan kecil ku tak lagi mampu,menyeret kaki di antara pasir yang penuh jebakan kenyataan." Balasnya

"Detik bergulir selaluku nanti disebalik perihku. Selalu angan dan harapan menjadi pijakanku. Aku tau, bahwa semua hanyalah senda gurau belaka yang meneriaki diriku untuk terus memancarkan sinarnya.Tanpa mereka tahu, bahwa redupku bersemayam diantara lara harapan. Kamu dan aku dipertemukan ditengah kehidupan liku yang panjang. Kita dituntut realita dalam menjalaninya. Kita punya pilihan untuk mendakinya bersama menuju dermaga labuhan itu. Ayo, marilah bersamaku. Kita arungi bahtera samudra luas penuh durjana ke tepian sana.Hingga saatnya kita pulang. Membawa titik kedamaian gerbang utama. Ayolah... Ini hanyalah cabang surga neraka yang menjalur lintasi dunia dan akhirat kelak. Aku disini, menunggu sapaan balikmu dariku." Ajakku

'Bisa kah aku mempercayai mu? Di antara beberapa tembok yang ku sangka akan melindungi ku dari dunia namun ternyata menimpa tubuh rentan Ku?." Tanyanya

"Ku gapai benih buah itu, berharap dirimu menjadi sebuah pohon yang mampu melindungi ku dan aku akan terus bersamamu,aku tak butuh buah,aku butuh pelukan,dan akan ku berikan sebuah kasih sayang untuk mu sebagai tanda terima kasih." Sambungnya

"Tak bisakah kamu datang menghampiriku? Aku akan hadir dimasa kamu inginku. Meski bukan berkali-kali namun aku harap untuk kesekian kalinya kamu yakin akan kebenaran sebuah teori yang ku ungkapkan. Demi waktu yang tersisa, bisakah dirimu singgah saat nanti kita bertemu?Sapaan hangat hari ini diantara kita belum ada. Hanya perih duri yang baru kita ceritakan kemarin hingga tadi. Kemarilah, akan ku tunjukkan bahwa aku mampu menutupi yang ku rasakan disebalik ramah senyum manis yang diucapkan manusia itu." Balasku

"Aku mampu melangkah kan kaki menghampiri mu, beritahu aku dimana kini letak pelindung ku,akan ku turuti benang merah tempat nya berada. Ku habiskan semua waktu yang tersisa. Buktikan bahwa itu benar adanya." Ungkapnya

"Ah aku takut, Jika nanti kamu kecewa karena tak sesuai ekspektasimu. Tapi aku ingin jadi seseorang untukmu. Berdirilah disampingku dan jadilah seseorang berarti bagiku." Balasku

"Aku menginginkan itu. Terimakasih kak,Hehhe." Ucapnya tersenyum dan aku lega


Cek postingan lainnya : Disini

@qi_ylr

#9Agustus2022




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celoteh Asa 57