Celoteh Asa 30 (Ingin Menatap Kembali)

Dedaunan pohon itu tepat mengenai senyum simpulnya
Perlahan sudut matanya menyipit saat tatapan itu terekam sesaat dihadapannya 
Diiringi sebuah sapaan hangat sang pemilik
Hatinya berbisik syukur mengagumi keindahan-Nya 

Seperti perumpamaan klasik sang putri menanti sang pangeran
Dulu seakan menjadi benalu diinangnya
Kini bak mutualisme diantara keduanya

Kutub salju nun jauh disana berhasil cair karena larva panas itu
Awalnya seakan mati ditengah jalan
Tanpa sengaja cair seumpama rintik
Turun perlahan menyirami sang putri dengan kesejukan yang dimilikinya 


@qiyamu_laila
#16Juli2022

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celoteh Asa 57