Celoteh Asa 2 (Ketakutan yang tersembunyi)

Ketakutan yang tersembunyi 

Ketakutan dan kekhawatiran itu selalu ada. Bahkan, juga berkali-kali tersembunyikan dengan canda tawa
Tetap saja, bagaimana pun ia selalu melekat dan seakan enggan untuk pergi
Bukan aku tidak menduga atas beberapa tantangan yang akan terjadi
Namun sedetail apapun langkah yang diduga akan terlewati, tetap saja rasa takut itu masih terus bersemayam
Memang, semua yang terjadi akan berlalu namun tetap saja membekas dan selalu meninggalkan kesan mendalam akan hal itu. 
Lelah, rapuh, berkeluh kesah dan segala hal lainnya
Ingin apa? Berteriak? Menjerit? Atau menangis sampai ujung sana tau, untuk apa? Buat apa?
Pilu itu akan tetap ada dan tidak akan merubah apapun selain membuat tak dapat tidur, fisik serta mental melemah. 
Tak jarang, untuk sekedar berkeluh kesah rasanya sudah tak bertenaga lagi. rasanya bahkan hambar, tapi kenapa masih terasa sakit walau sudah terbiasa? 
Ketakutan itu layaknya mengejar dan selalu begitu. Bahkan karena kewaspadaan itu tak jarang juga membuat semakin lelah
Disembunyikan? Sampai kapan? Mau bersembunyi layaknya Qais yang terus bernaung disuatu tempat pun waktu akan terus berjalan
Hanya proses kedepannya yang terhenti dan sejauh apapun menolak, ketakutan itu akan selalu ada jika kamu belum mampu menerima kenyataan
Ini sebuah hal kecil dan suatu hal bodo amat oleh sebagian orang
Hanya saja, beberapa persentase bagi semua orang, ini sangat berpengaruh walau dari titik terkecil sekalipun. 


@qi_ylr
#12Januari2021
Cek judul lainnya : Disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Celoteh Asa 57